Indonesia berpotensi besar menjadi pemimpin ekonomi digital di Asia Tenggara. Dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, Indonesia adalah pasar yang sangat luas dan dinamis untuk berbagai produk dan layanan digital.

Sumber daya manusianya sangat kreatif dan inovatif. Pemerintah juga mendukung perkembangan industri digital melalui berbagai kebijakan dan program. Dengan begitu, Indonesia potensial menjadi pelaku dan pemimpin ekonomi digital di masa depan.

Nilai ekonomi digital Indonesia tahun ini mencapai USD 94 miliar atau Rp 1.340 triliun dan akan mencapai USD 124 miliar atau Rp 1.768 triliun pada 2025. Pada tahun 2030 pemerintah memprediksi ekonomi digital Indonesia melesat ke angka USD 360 miliar atau Rp 5.134 triliun.

Salah satu teknologi digital yang memiliki dampak signifikan bagi perkembangan industri di Indonesia adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. AI merupakan cabang ilmu komputer yang memungkinkan mesin atau sistem untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, seperti pengenalan suara, penglihatan komputer, pembelajaran mesin, dan analisis data. AI dapat membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, kualitas, dan inovasi di berbagai sektor bisnis, seperti energi, agrikultur, e-commerce, perbankan, media, dan lain-lain.

Namun, pemanfaatan AI di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan dan hambatan, seperti kurangnya infrastruktur digital yang memadai, keterbatasan akses dan literasi digital, rendahnya investasi dan riset di bidang AI, serta masalah etika dan regulasi terkait penggunaan AI. Oleh karena itu, diperlukan sebuah forum yang dapat menghubungkan para pelaku industri, akademisi, pemerintah, dan masyarakat untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan solusi terkait pemanfaatan AI di Indonesia.