Berita Wilayah Gorontalo
Demisioner Ketua AMSI Gorontalo Verrianto Madjowa Laporkan LPJ, Soroti Program Sekolah Literasi
Editor Gorontalo
Jumat 1 Mei 2026
GORONTALO, AMSI – Mantan Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Gorontalo, Verrianto Madjowa, resmi menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) terkait program kerja selama masa kepemimpinannya.
Dalam laporannya, Verrianto menitikberatkan pada capaian program unggulan yakni Sekolah Literasi Jurnalistik yang menjadi tonggak edukasi media di daerah tersebut.
Program Sekolah Literasi Jurnalistik ini pertama kali tercetus dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-2 AMSI Gorontalo pada September 2022.
Inisiasi ini muncul berkat fasilitasi dari Upi Asmaradhana, yang saat itu menjabat sebagai Koordinator Wilayah Indonesia Timur dan kini mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum AMSI Nasional.
Dalam struktur kurikulumnya, Sekolah Literasi Jurnalistik dirancang untuk menjadi kegiatan rutin di "Wombohe Jurnalis". Kurikulum tersebut mencakup berbagai disiplin ilmu mulai dari Videografi Jurnalistik, Fotografi Jurnalistik, Radio Digital, hingga penulisan buku, cerpen, dan novel. Bahkan, program ini sudah merambah pada pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk produksi karya jurnalistik.
Salah satu implementasi nyata dari program ini adalah kolaborasi bersama KPU Provinsi Gorontalo melalui Sekolah Literasi Pemberitaan Penyelenggaraan Pemilu pada November 2022.
Agenda strategis tersebut dihadiri langsung oleh Anggota KPU RI, Idham Holik, serta trainer nasional AMSI, Nurfahmi Budiarto, guna membekali jurnalis menghadapi tantangan informasi.
Verrianto menjelaskan bahwa fokus utama pelatihan tersebut adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai dampak media sosial serta manipulasi narasi. Hal ini dianggap krusial mengingat penyelenggaraan Pemilu saat ini berada di era Post-Truth (Pasca Kebenaran), di mana tantangan informasi palsu dan polarisasi sosial di tengah masyarakat semakin meningkat.
Penyebaran informasi hoaks di era saat ini tidak hanya menyasar para peserta Pemilu, tetapi juga lembaga penyelenggara seperti KPU. Oleh karena itu, melalui laporan program kerja ini, Verrianto menekankan pentingnya literasi elektoral bagi masyarakat agar mampu menyaring informasi secara mandiri sebelum menyebarkannya.
Sebagai penutup laporan, Verrianto menegaskan bahwa peran jurnalis sangat vital dalam memproduksi pemberitaan yang memiliki nilai human interest. Dengan pendekatan jurnalistik yang humanis, diharapkan kesadaran dan moralitas politik masyarakat tetap terjaga meskipun berada di tengah perbedaan dukungan politik yang tajam.
Berikut laporan lengkap LPJ, klik link ini.




