Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah mengubah cara informasi diproduksi, disebarkan, dan dikonsumsi. Di satu sisi, AI membuka peluang baru untuk mendukung proses jurnalistik dan mempercepat verifikasi informasi. Namun di sisi lain, teknologi ini juga mempermudah penyebaran misinformasi, disinformasi, serta berbagai bentuk manipulasi informasi yang semakin sulit dikenali. Kondisi ini menuntut jurnalis dan pemeriksa fakta untuk terus meningkatkan kapasitas, menguasai teknologi, sekaligus tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip jurnalisme yang akurat, independen, dan bertanggung jawab.
Modul "Training Cek Fakta di Era AI" disusun sebagai panduan praktis untuk memperkuat kemampuan jurnalis dan pemeriksa fakta dalam menghadapi tantangan tersebut. Materi dalam modul ini mencakup pemahaman mengenai gangguan informasi, pemanfaatan AI dan Open Source Intelligence (OSINT) untuk verifikasi digital, strategi menghadapi Foreign Information Manipulation and Interference (FIMI), hingga pendekatan storytelling yang efektif agar hasil cek fakta dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan bermakna.
Kami berharap modul ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat bagi jurnalis, pemeriksa fakta, akademisi, serta berbagai pihak yang berkomitmen menjaga integritas informasi. Melalui peningkatan kapasitas dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan semakin banyak insan media yang mampu menghasilkan jurnalisme berkualitas, memperkuat literasi digital masyarakat, dan berkontribusi dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, tepercaya, dan tangguh di era kecerdasan buatan.(*)
Untuk mendownload dokumen ini silahkan klik link berikut












